Friday, December 23, 2011

Rahasia Tindakan

Apakah kepintaran seseorang menjamin kesuksesannya? Saya yakin Anda akan menjawab 'belum tentu' karena kalau kita refleksikan dalam kehidupan kita, banyak teman-teman kita yang juara kelas di sekolah dulu koq ternyata hidupnya biasa-biasa saja.

Jadi apa yang membedakan orang sukses dan orang biasa-biasa saja? Yang membedakannya adalah orang-orang sukses melakukan tindakan yang nyata, dan kemudian dari hasil tindakan tersebut mereka melakukan analisa dan membuat strategi baru agar hasil tindakannya jadi lebih baik lagi.

Tapi tindakan manusia sangatlah ditentukan oleh kondisi emosi yang sedang mereka alami. Semua orang juga tahu bahwa tidak boleh menunda-nunda pekerjaan. Tapi kalau lagi malas, tidak termotivasi, lagi kesal sama bos, rasanya menunda sehari saja juga tidak masalah. Inilah sumber masalahnya.

Ternyata dari hasil penelitian, ada hubungan langsung antara emosi dan kondisi fisiologis manusia. Sebagai contoh, coba Anda perhatikan bagaimana postur tubuh Anda saat Anda sedang merasa lemah, lesu, dan tak bersemangat? Mata menatap ke bawah, pundak turun, agak membungkuk, mulut menutup dan tertarik ke bawah, tangan terkulai lemas. Benar 'kan? Nah sekarang coba rubah postur Anda secara sadar: tatap ke atas, naikkan pundak, busungkan dada, tersenyum lebar, dan tangan mengepal dan tinju ke atas dengan penuh tenaga. Apakah Anda masih merasakan lemah, lesu, dan tak bersemangat? Tidak 'kan? Hemaviton saja kalah cepat untuk membuat Anda bersemangat!

Dan ternyata penelitian tersebut tidak berhenti sampai di sana. Ternyata orang -orang sukses memiliki postur tubuh yang berbeda, cara bicara yang berbeda, pola pikir yang berbeda, cara jalan yang berbeda, dan apabila kita mau berubah menjadi seperti mereka, kita bisa meniru postur tubuh mereka juga. Apakah semudah itu? Apakah dengan meniru cara berjalan Tiger Woods kita akan secara otomatis menjadi pegolf no. 1? Tentu saja tidak, karena selain kondisi emosi, Tiger Woods juga didukung oleh latihan keras sejak kecil hingga dewasa, yang kita tidak miliki. Tapi dengan mengikuti pola beliau, dapat dipastikan kita bisa bermain golf dengan jauh lebih baik.

Proses mengamati dan meniru ini sering disebut sebagai modelling. Dengan memiliki seseorang yang jadi panutan, maka kita bisa menjadikannya contoh untuk 'menarik' diri kita untuk menguasai kemampuan yang ia miliki secara cepat dan tepat.

Dan terakhir saya mau share siapa yang mau saya jadikan model saat ini. Yang pertama saya mau meniru leader saya yang meskipun usianya lebih muda dari saya tapi sudah mampu membawa keluarganya lepas dari zona miskin ke zona kaya, punya asset puluhan miliar di usia 30 tahun, dan bersemangat dalam membagikan ilmunya kepada kami. Yang kedua saya mau belajar dari Anthony Robbins yang sanggup memukau ribuan orang dalam setiap seminarnya.

Kalau Anda, sudah punya bayangan siapa yang akan jadi model Anda? Kalau belum, segera cari dan praktekkan metode modelling ini.


Indra Hadiwidjaja CFP®
Financial Planner

@rencanakeuangan
@indrahw

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

No comments:

Post a Comment